Pages

October 6, 2011

RIP Steve Jobs

"You can't connect the dots looking forward, you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something — your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life" 


RIP Steve Jobs
 Entrepreneur; Founder and CEO of Apple Inc.

October 4, 2011

wishy wish and the flashy thoughts

"Gue pengen eurotrip!"

Bahkan gue sendiri bosen mengatakan atau baca kalimat diatas (yet, i type it). Di satu sisi emang kepengen dari dulu tapi masih jadi angan-angan, sebagian karena tiba-tiba bulan agustus kemarin banyak banget kenalan gue disaat yang bersamaan melakukan eurotrip. Ada yang karena exchange, backpacking, ngunjungin keluarga and so on. Jadi aja gue nya yang mupeng trus berpikir kapan gue bisa gitu dan melihat-lihat jadwal wisuda sampai koas yang tampaknya gak memungkinkan buat kemana-mana. Jadi gue masih berdoa buat kesempatan dan rejeki untuk itu. Hiksss

Gue cerita ke Dinda tentang euro-dream ini suatu hari pas lab yang lagi ngatuk-ngantuknya. Entah kenapa gue senang menceritakan mimpi gue tentang travel, going abroad, & meeting people ke dia. That day, she gave me one of her coins and said something like, "Katanya Dik, kalo lo punya koin dari suatu negara, someday lo bakal mengunjungi negara itu. So, keep this". I know this sounds kinda superstitious, tapi gue anggap ini sebagai doa. And somehow the tiny coin made my mood that day :D hehe, thanks Dind! Koin itu tulisannya confederatio helvetica, which is the real name for Switzerland. Someday gue bakal napak disana, amiiiin.

January 21, 2011

Doutzen Kroes at Christian Dior Fall 2007 Couture


Not such a fashion-goer nor a fan of miss Kroes, but I love her look here!

Learn to Live With Wounds (written by Paulo Coelho)

This was reblogged from Mr. Coelho's blog. I do not own the original story :) 
                                                                                                  

During the Ice Age many animals died because of the cold. Seeing this situation, the porcupines decided to group together, so they wrapped up well and protected one another.

But they hurt one another with their thorns, and so then they decided to stay apart from one another.
They started to freeze to death again. So they had to make a choice: either they vanished from the face of the earth or they accepted their neighbor's thorns.

They wisely decided to stay together again. They learned to live with the small wounds that a very close relationship could cause, because the most important thing was the warmth given by the other.

And in the end they survived.

January 2, 2011

here we are, at the beginning

"One always has to know when a stage comes to an end. Stop being who you were, and start being who you are!" - Paulo Coelho

Let us rock this 2011. Happy New Year, fellas! :D

December 12, 2010

saat marah, (selain istigfar) saya mengingat ini

"Seburuk-buruknya orang pasti punya sisi baik juga. Kalo ngga, ngga bakal ada yang mau berteman sama dia"

Kalimat ini diucapkan sama seorang sahabat gue pas SMP. Gue inget persis cara pengucapannya, kapan, dan mengapa dia mengucapkannya. Sampai sekarang gue udah kuliah pun, kalimat sederhana tapi sarat makna ini tetap gue jadikan salah satu pegangan hidup. And it helps, a lot! Thanks, my dear Audrey :)

"Jangan pernah men-judge seseorang cuma berdasarkan satu peristiwa"
Yang ini diucapkan sama temen kuliah gue, Au. Setuju banget. Kadang saking keselnya sama seseorang, kita lupa bahwa si orang ini mungkin sedang dipengaruhi faktor lain (contoh: nilainya jelek, berantem sama keluarga, pacar, atau hal lain yang bikin gampang naik darah). Kadang saking marahnya, kita jadi menutup hati terhadap orang tersebut, dan berpikir apa yang dia lakukan selalu jelek di mata kita. Dengan bersikap cupet, besar kemungkinan kita bakal kehilangan banyak pelajaran berharga yang bisa digali dari orang tersebut. Kesel boleh, tapi jangan lama-lama hehe. Saat kita marah selama 1 menit, maka kita telah melewatkan 60 detik kegembiraan yang tidak bisa didapat kembali (ini kalimat siapa sih pinjem ya haha).

December 3, 2010

kepincut NBL

Kira-kira dua minggu lalu, pas malam minggunya, gue berlima sama Diyang, Astri, Dilla, dan Au makan di Hanamasa. Keputusan yang cukup mahal (dan bikin nangis kalo liat dompet), tapi berhubung gue udah hampir 2 tahun ga makan disitu (terakhir makan pun ditraktir :p) dan kebetulan gue sama Dilla memang besoknya ada keperluan di Bandung, jadi berangkatlah gue bareng Dilla, Astri, Au dari Jatinangor.

Nah, singkat cerita kita berlima (tambah Diyang yang memang rumahnya di Bandung nyusul) akhirnya ngumpul di Hanamasa Dago sekitar magrib menuju isya. Kira-kira jam setengah 8an ato lebih, masuklah segerombolan pria berperawakan tinggi ke restoran ini. Tadinya gue pikir mereka semacam keluarga besar dengan gen tinggi yang sedang kumpul-kumpul di malam minggu, tapi jumlah mereka banyak banget dan setelah diperhatikan mukanya ga mirip satu sama lain. Dan ternyata, telisik punya telisik, mereka ini pemain NBL (National Basketball League) yang kebetulan seri 2 nya sedang digelar di GOR C-tra Arena, Bandung.

November 20, 2010

telat, telat, telat

Menengok ke belakang tanpa penyesalan. 

Sounds great. Tapi pelaksanaannya, susahnya minta ampun naudzubillah min dzalik. Pasti ada aja yang salah. Memang ga mungkin ga ada yang salah, tapi kalau kesalahannya itu-itu juga, gondok ga sih? Ngerasa bodoh ga sih?

To make mistakes is to be human. Tapi rasanya kesalahan gue sebagian besar diakibatkan ke-telatmikir-an alias ketelmian diri gue sendiri. Gue takut loh, jujur, sifat telmi ini bakal kebawa sampai tua nanti. Mending kalo cuma berakibat ke diri sendiri. Bayangin dong, kalo gue jadi dokter dalam keadaan gawat darurat dan sifat telmi ini masih nempel? Mau dibayar pake nyawa orang? The future freaks me out, really.

Ini abstrak ya. Gue juga bingung gimana menuliskannya.

Hmm, contoh deh. Gue seneng banget liat orang-orang yang gue sayangi sukses. I do, from the bottom of my heart. Dan mereka akan membuat gue berpikir, kenapa dulu gue ga melakukan hal yang sama? Atau, yang paling sering muncul di benak, "Kenapa baru sekarang gue punya mindset begini? Kenapa dulu cupet?". Perasaan kayak gini ga terjadi sekali doang loh pada gue, it happens all the time. SMP, SMA, kuliah, gue selalu merasakan yang sama pas flashback masa lalu. Lalu muncul pikiran, "ah shit, dulu gue bego banget ga ngambil ini, dulu gue cupu banget ga ngerti itu". 

It's just that, sometimes (many times) I'm too blind or perhaps too stupid to see a good chance. Gue jadi bingung, apa karena gue bergaul dengan orang-orang yang kurang berani atau malas untuk 'think-out-of-the-box'? Rasanya sangat tidak dewasa kalo gue menyalahkan pergaulan. Selama kita punya prinsip kuat, ga ada yang bakal bisa menjerumuskan kita.

Biasanya kalo gue nulis sesuatu itu ada kesimpulan berupa suatu kalimat atau paragraf yang membangun, yang menggambarkan solusi dari uneg-uneg gue. But frankly, right now even the slightest idea just seem all blur to me.

Haqqul yakin, 90% yang baca akan merasa tulisan gue abstrak, sebagian merasa gue galau, sebagian, yah mungkin ada yang merasa senasib?

Makin ga paham sama pikiran sendiri. Mungkin si otak memang harus istirahat biar ga makin telmi. Night all.

November 10, 2010

55 tahun yang lalu

"Merdeka atau Mati!"
- Bung Tomo, Surabaya, 10 November 1945 -

Selamat Hari Pahlawan Nasional :)

August 1, 2010

to kill a mockingbird, and to kill my time

"Shoot all the bluejays you want, if you can hit 'em. But remember it's a sin to kill a mockingbird. Mockingbirds don't do one thing but make music for us to enjoy. They don't eat up people's gardens, don't nest in corncribs, they don't do one thing but sing their heart out for us. That's why it's a sin to kill a mockingbird"

Mockingbird is a kind of bird, which here is a metaphor for innocence. That innocent people are not supposed to pay for what they didn't do. Ever read To Kill A Mockingbird? Well, I highly recommend it. First, I reckon it as a story of a white child whose father's a lawyer who fight for black people rights, as my friend told me. As I began to read it, I got the idea that it is actually about a child whose father's a lawyer who defended an innocent man being accused as rapist. As I got deeper into the story, I realized the story was all about one thing that is, perhaps, so cliche but on the other hand so human: conscience. Anyway, beside the touching story, I find this book filled with great quotes that I decided to collect them while it's still fresh in my memory. And because I need something to kill my time in this long idle holiday. Pity. Wtvr.

"You never really understood a person until you consider things from his point of view, until you climb into his skin and walk around in it" - Atticus Finch